Pelayan yang dikenan Allah

 

Tema : seorang pelayan yang berkenan di hadapan Allah ( 1 Tim. 3:1-7)

                                                            

Saudara yang terkasih jelas bahwa kita semua adalah umat pilihan Allah dan itu betul adanya. Allah memilih kita karena Allah mempunyai rencana yang indah. Allah tidak melihat kepandaian, sifat, fisik seseorang. Bahkan sebenarnya orang yang cacat pun dapat melayani Allah dengan porsinya masing-masing. Jadi untuk kita, yang mempunyai kelebihan di atas rata-rata (baik itu berupa harta, kepandaian, fisik) tidaklah sepantasnya kita menghakimi orang lain yang lemah karena Tuhan dapat saja membalikkan keadaan dan menggunakan orang yang lemah untuk mempermalukan orang yang kuat

Jabatan penilik jemaat Allah, yang berarti mengepalai atau mengurus dan ini merupakan pekerjaan yag indah, yang harus betul-betul dilaksanakan. Jabatan ini menghendaki seorang lelaki yang tak bercacat, suci, dapat menahan diri dan murah hati, yang dapat mengendalikan keluarganya dengan baik. Janganlah yang baru bertobat, melainkan yang seorang yang tingkah lakunya sebagai Kristen selalu baik dan diakui orang. Dia tidak memberi kesempatan kepada Iblis untuk menuduh atau memperdayakan dia, baik karena keangkuhannya sendiri, baik karena tuduh-tuduhan mereka dari luar gereja.bagi penilik jemaat berkenan dihadapan Allah hendaklah ia melaksankan dengan baik akan menjamin keududukan mereka sebagai Kristen, dan biasanya menambah keyakinan terbuka dengan mana mereka menyebarkan iman Kristen.   Jadi apakah kita hanya perlu orang yang cacat dan tidak perlu orang yang serba sempurna? Tentu juga tidak, seseorang yang memiliki kelebihan tentunya sangat baik kalau dipakai untuk bisa melayani Tuhan. Terlebih bila dia bisa saling membantu dan mendukung satu sama lain sama seperti jari-jari kita yang saling membantu dan mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Bukan saling bersaing, menghina, menjatuhkan, iri dan lain sebagainya. Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Pada saat kita bisa hidup saling mengasihi, saling mendukung dalam kehidupan maupun pelayanan, hidup dengan damai sejahtera dalam memuliakan Tuhan, inilah buah-buah Roh yang sebenarnya diinginkan Tuhan. Galatia 5:22. Baiklah kamu sebagai orang yang cacat ataupun yang mempunyai kelebihan bisa bersama-sama melayani Tuhan dan menghasilkan buah-buah Roh. Umat Tuhan diharapkan bisa saling mendukung dalam hidup dan pelayanan, saling mengingatkan, saling mendukung. Bila satu orang lemah dalam hal tertentu dan yang lain mampu dan sanggup biarlah yang mampu segera membantu bukan membiarkannya. Saling mengasihi tidak hanya sekedar slogan atau kata-kata yang tidak diwujudkan. Bila seseorang melakukan kesalahan, baiklah kesalahan itu diperbaiki segera dan kita segera juga membantu memperbaiki kesalahan itu bersama bukan hanya menuai caci maki yang tidak menimbulkan damai sejahtera.

Satu hal terakhir, bahwa karakter rendah hati adalah salah satu kunci utama dimana pelayanan bisa berkenan di hati Allah. Pelayanan yang telah dilakukan dengan pongah tentu saja tidak berkenan di mata Tuhan. Kesombongan membuat seseorang tidak pernah tunduk kepada firman. Adalah sia-sia dan tidak memiliki nilai di hadapanTuhan apapun yang kita kerjakan jika didasari dengan kesombongan. Begitu juga dalam pelayanan, sebesar apapun kontribusi kita untuk gereja dan pekerjaan Tuhan, jika didasari oleh kesombongan akan menjadi tidak bermakna di mata Tuhan. Terlebih lagi jika motivasi kita dalam melayani Tuhan adalah untuk mencari pujian dan hormat untuk diri sendiri, maka pelayanan kita hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Pujian dan hormat itu hanyalah milik Tuhan! Jangan sekali-kali mencuri kemuliaan Tuhan. Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman." (Amsal 16:5) Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. (Yesaya 2:11).

 Melalui firman pada hari ini, ada 3 syarat-syarat seorang pelayan Tuhan yang berkenan di hadapannya?

1.      Menjadi pelayan kudus dan tak bercela (2-5)

sebagai pelayan tuhan ini menuntut agar hidup  menjadi kudus dan tak bercela. Hidup Anda adalah sebuah panggilan, bukan sebuah pekerjaan seperti halnya pekerjaan banyak orang lain yang perilakunya apa saja dapat diterima! Anda perlu menjadi demikian pertama-tama, agar kemudian bisa menjadi pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh! Tuhan memanggil semua orang menjadi kudus dan tak bercela.  “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah meyerahkan dirinya bagiNya untuk mengusudkannya” dan menempatkan gereja di hadapanNya “dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (Ef. 5: 25-27). Paulus memberikan perhatian untuk tugas penilik jemaat (yunani episcope), dan bahwa penjabatannya kira-kira yang orang tak bercela. penilik jemaat (yunani episkopos) dan penatua ( presbyteros) dalam zaman PB adalah perkataan-perkataan yang sama-sama dipakai untuk pejabat yang sama. Istilah pertama mencakupi jabatan dan tugas, kedua, kehormatan dan kepangkatannya. Tiap-tiap jemaat local mempunyai beberapa pejabat. Saudara yang terkasih, seorang pelayan Tuhan untuk menjadi Wakil-Nya dalam menyampaikan Injil tentu bukanlah hal yang mudah dan akan banyak sekali persoalan yang akan kita hadapi dengan berbagai cobaan/godan. Misi kita adalah membuat setiap jiwa dan setiap komunitas pelayan menjadi Mempelai Kristus yang suci dan tak bernoda. Ayat 2 dapat dijelaskan bahwa “kawin hanya satu kali” rupanya artinya adalah lebih tepat daripada suami dari satu istri yang arinya tidak melakukan Poligami. Itu berarti seseorang yang tidak tersangkut dalam hubungan2  seksual pada masa lampau yang bertentangan dengan Iman. Bukanlah seorang pemarah melainkan peramah perkataan2 ini berarti sabar dan cermat dan tidak suka bertengkar.

arti kekudusan itu sendiri. Ini penting karena banyak sekali orang yang salah tafsir mengenai hidup kudus. Dipikir hidup kudus itu tidak melihat film bokep, tidak mengucapkan kata-kata jorok, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak masturbasi, tidak menipu, dan tidak-tidak lainnya. Arti hidup kudus jauh dari yang anda pikirkan ataupun dapat anda bayangkan. Dari sini anda akan mengerti maksud saya bahwa perjuangan anda mencapai hidup kudus adalah mustahil dan sia-sia. Kedua, kita akan belajar dari kehidupan orang lain yang pernah mencoba untuk hidup kudus yang sempurna. Adakah orang seperti itu ? Banyak yang mencobanya, dan tidak pernah ada yang berhasil. Bahkan orang farisipun dikutuk oleh Tuhan atas kemunafikannya.

Suadara yang terkasih , seorang pelayan adalah orang mengambil komitmen dalam hidupnya terlebih seorang pelayan Tuhan tentu haruslah ia kudus dan tak bercela karena Allah ingin kita supaya sungguh-sungguh melayaninya dengan ketulusan hati. Pelayan seorang pengembala jemaat tentu haruslah menjadi berkat dan bukan menjadi batu sandungan bagi jemaat.

 

 

 

2.      Orang yang sudah hidup dalam kebenaran  (6)

Saudara yang terkasih, tentu ketika kita menjadi pelayan Allah hendaklah kita sudah benar dan layak di hadapan Allah jauh sebelumnya, karena kenapa menjadi pelayan adalah tugas yang memang harus kita jalani dengan banyak hal yang harus di hadapi. Maksud Paulus ayat 6 “janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman iblis” saudara yang terkasih, jelas bahwa ayat tentu seorang pelayan bukanlah yang baru  bertobat karena kenapa supaya ia tidak sombong, jadi hendaklah ia sudah memiliki intim dengan Allah secara pribadi jauh sebelumnya dan sudah mengenal Injil dan sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dalam setiap kehidupannya.

3.      Seorang pelayan yang menjadi Berkat/teladan (7)

Saudara yang terkasih, kalau kita pahami point ketiga tentu inilah kesulitan yang sering dihadapi oleh para Gembala/Pelayan Tuhan bagaimana ia menjadi berkat/teladan bagi jemaat dan sekitarnya. Dalam hal inilah rasul ingin kita sebagai pelayan tentu kita menjadi contoh dalam setiap kehidupan dimana kita hidup ditengah-tengah jemaat.biarlah setiap karakter kita baik sifat, kata-kata, tingkh laku dll, tentu harus menjadi panutan bagi jemaat sehingga nama kita tidak tercemar dan menjaga nama baik di luar jemaat. Ketika kita sudah memegang Prinsip dalam hidup kita saya pikir tidak akan mudah kita jatuh dalam dosa, tetapi kita tidak menjadi teladan bahkan berkat bagi Jemaat atau orang di sekitar maka kita sendiri akan di pandang orang yang tidak pantas menjadi pelayan ,maka hendaklah kita menjaga diri agar iblis jangan mudah mempengarahui kita dalam setiap pelayanan.

Melalui firman kita pada hari ini, menjadi Pelayan Allah yang sungguh hendaklah ia menjaga integritas dalam hidupnya dengan menjaga kekudusan hidup dan tak bercela tetapi menjadi  berkat dan teladan bagi Jemaat.

Tuhan Yesus Memberkati

 

 

Komentar

Posting Komentar